top of page

Aceh yang Luar Biasa

  • Writer: trvlscpe
    trvlscpe
  • Apr 6, 2019
  • 2 min read

Berkunjung ke Aceh! Iya ke kota Banda Aceh, Ibukota Provinsi Aceh, provinsi paling barat negara Indonesia. Mengunjungi kota yang telah “bangkit” kembali setelah kota ini dihantam oleh musibah hebat yang meluluh lantak-kan hampir seluruh pesisir utara kota ini pada tahun 2004 lalu.


Karena ini kali pertama saya mengunjungi Aceh, jadi kesan norak yang nampak dari dalam diri saya mulai terlihat. Noraknya nggak tanggung-tanggung. Di hari pertama kali sampai di Banda Aceh saya meminta tolong salah seorang teman untuk langsung mengantarkan saya mengunjugi 3 tempat sekaligus. 3 tempat yang akan membuka mata saya tentang kejadian waktu lalu, dan 3 tempat yang menjadi saksi bisu bagaimana kota ini mampu bertahan setelah guncangan hebat yang melanda.


Kurang lengkap rasanya jika berkunjung ke Banda Aceh tanpa mengunjungi Masjid Baiturrahman. Masjid yang menjadi ikon kota Banda Aceh. Masjid yang masih berdiri kokoh ketika gelombang Tsunami meratakan bangunan-bangunan disekitarnya.



Siang hari ini matahari bersinar terang, membuat pantulan cahayanya menerpa seluruh permukaan masjid yang berwarna putih, membuatnya makin terlihat bersinar. (Iyaa..silaunya pake banget. Tapi gak mungkin dong pake kacamata item di dalem masjid. Ya kali taman hiburan..) Ya karena ini adalah masjid yang notabene adalah tempat ibadah, jadi kita harus sopan meskipun juga banyak orang yang memanfaatkan kemegahan masjid ini untuk foto-foto sih.


Menikmati suasana di halaman masjid aja udah begitu luar biasa, terus dalemnya gimana? Nyoba buat masuk ke dalem, dan yaa..memang masih ada banyak orang yang beribadah disini. Hampir sama seperti masjid pada umumnya, suasana didalem begitu adem. Sejuk. Makanya ngga heran juga disini juga banyak ditemui orang-orang yang sedang beristirahat disini.



Puas merasakan silaunya bangunan ini, lanjut menuju destinasi kedua, yaitu Museum Tsunami. Museum ini dibangun untuk mengenang para korban bencana Tsunami, bagaimana Tsunami telah meratakan sebagian besar kota ini, hingga beberapa benda sisa hembasan gelombang jahat ini.



Kalian juga bisa menemukan maket (buat yang gak ngerti maket, bisa searching di Google ya..) tentang sebelum dan sesudah kota Banda Aceh terkena musibah gelombang Tsunami. Sungguh luar biasa dampak yang terjadi. Dengan hadirnya musium inilah kita bisa tahu seberapa besar dan seberapa ganasnya gelombang Tsunami pada saat itu ketika menerjang Banda Aceh. Oiya..disini kalian juga bisa menikmati “layar tancep” yang diputar untuk memberikan wawasan kepada para wisatawan yang berkunjung untuk melihat lebih jelas tentang Tsunami tahun 2004 silam.



Dan yang terakhir, adalah PLTD Apung. Menjadi saksi bisu kedahsyatan kekuatan alam yang menerjang pesisir utara Banda Aceh. Sesuai dengan namanya, PLTD ini berfungsi untuk memberikan daya tenaga listrik. Tsunami telah menghempaskan kapal pembangkit listrik ini hingga ke jantung Banda Aceh, di pemukiman padat penduduk. Saat ini, PLTD Apung ini masih berdiri kokoh seperti sediakala disaat kapal pembangkit ini masih aktif dan pemerintah menjadikan kapal ini sebagai monumen untuk mengenang kedahsyatan gelombang Tsunami yang menimpa Aceh pada 26 Desember 2004 silam.



Perjalanan ini sungguh luar biasa. Dari ketiga tempat itu saya bisa merasakan bagaimana kepanikan semua warga ketika bencana ini datang. Mereka harus bertahan, atau mereka harus rela kehilangan. Sampai waktu yang tidak ditentukan, semoga saya masih bisa menikmati kota ini dengan sudut pandang yang berbeda. See you when I see you!

Comments


Post: Blog2_Post
  • Facebook
  • Twitter
  • LinkedIn

©2018 by Travel Scape.

bottom of page