Show Your Point of Interest
- trvlscpe
- Apr 14, 2019
- 3 min read
Di era yang serba digital seperti sekarang, makin banyak orang-orang kreatif di industri online media. Terlebih dengan maraknya para Youtubers yang berlomba-lomba membuat konten yang menarik sehingga bisa dinikmati publik. Yang sedang marak adalah bagaimana Vlog (singkatan dari Video Blog, atau Video Log) semakin merajalela seiring berkembangnya era ini. Bagaimana tidak, para vloggers tidak perlu repot-repot untuk membuat sebuah konten yang terlalu kompleks seperti halnya membuat film (meskipun ada beberapa yang niat juga sih bikinnya) namun intisari dari vlog yang mereka sampaikan masuk di telinga aja udah cukup. Serta mereka tidak perlu untuk mempunyai skill spek dewa dalam teknik pengambilan gambar atau teknik video editing super rapi untuk dijadikan sebuah konten. Dan..voila! Jadilah konten vlog untuk diunggah.
Sejak vlog menjadi tren para videomaker, jenis vlog juga makin beragam sesuai dengan aktifitas mereka masing-masing, sesuai dengan point of interest yang mereka miliki. Seperti contoh ketika vlogging dengan berkendara menggunakan sepeda motor, sebutannya menjadi motovlog, serta untuk para travellers yang melakukan aktifitas mereka disebutnya sebagai travelvlog, dan masih banyak lagi jenis-jenis vlog diluar sana yang makin beragam. Dan tidak menutup kemungkin jika seseorang sedang masak sambil nge-vlog istilahnya menjadi masakvlog. Ah sudahlah..
Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, vlog ini begitu sederhana. Dari semua aspek. Modalnya cuman satu, punya bahasa yang mudah dimengerti aja udah cukup. Minimal dimengerti oleh publik disekitar kalian saya rasa udah cukup. Jangan sampai kalian nyalain kamera, berdiri didepan, diem berjam-jam, ngomongnya ternyata pake bahasa kholbu. Nah..itu namanya bangke! Jadi pergunakanlah bahasa yang bisa dimengerti oleh khalayak.
Sekarang ini coba kalian buka Youtube, beberapa konten dari content creator ini menyertakan vlog di beberapa video yang mereka unggah. Gunanya untuk memperkenalkan dunia mereka kepada para viewers. Salah satu cara mereka untuk bisa berinteraksi dengan kalian wahai subscriber. Harapannya agar para viewers ini mengerti apa yang sebenarnya dilakukan oleh creator ini ketika tidak dalam saat on-duty. Disamping itu pula, dengan adanya vlog membuat sebuah konten khususnya untuk travel menjadi semakin terasa perjalanannya. Apa yang mereka lakukan, bagaimana rutenya, dan melihat keseruan yang sedang mereka rasakan bisa ikut kita nikmati. Semacam video behind the scene gitu kan yaa..
Satu hal yang perlu diperhatikan bahwa, vlog bukanlah jenis video narasi lho ya. Berbeda. Vlog dilakukan spontanitas dan tidak ada unsur skenario, atau unsur-unsur seperti video pada umumnya yang mengaharuskan mereka berbicara dengan bahasa baku, disertai dengan beberapa insert video tentang apa yang mereka bicarakan. Tidak. Dan bukan seperti itu. Jadi, seperti apa yang sudah saya katakan bahwa, vlog dilakukan secara spontanitas ketika kalian sedang beraktifitas. Apapun itu, apa yang sedang kalian lakukan, dan apapun yang sedang kalian tangkap, itulah yang kalian bicarakan. Kurang lebih seperti itu.
Jadi..jika kalian seorang youtubers (para pengguna aktif youtube), dan kalian ingin membuat sebuah vlog di channel kalian, pertama-tama kalian harus fokus tentang konten yang kalian bangun itu seperti apa. Jika kalian seorang komedian, kalian bisa membuat vlog yang lucu tentang keseharian kalian, atau apapun itu asalnya tidak mengurangi unsur humor. Jika kalian fokus terhadap travel destination, dan kalian ingin membuat sebuah vlog, kalian juga tidak boleh meninggalkan unsur travel didalamnya. Jadi harus ada keserasian antara vlog dengan konten inti yang kalian miliki. Jangan sampai jika kalian seorang koki tentang resep memasak, malah nge-vlog tentang tips merawat kendaraan. Kan nggak intim gitu kan. Paham ya??
Gitu sih kira-kira untuk tips sederhana buat kalian yang pandai bicara didepan kamera. Semoga membantu untuk mengurasi konten-konten sampah yang semakin banyak beredar. Well then..happy vlogging, people!


Comments